Sejarah Agama Buddha Nichiren Daishonin di Indonesia

Agama Buddha Nichiren Daishonin sudah mulai berkembang di Indonesia sejak tahun 1965, dibawa oleh beberapa orang Jepang yang bekerja di Indonesia, seperti Almarhum Noda, Keiko Seno Sunoto dll.

Ceramah dan pertemuan mulai diadakan pada Jl.P.Jayakarta di Jakarta, di rumah pribadi Bapak Udin Tirta (sekarang adalah pimpinan SG di Indonesia).

Di daerah daerah mulai tersebar, di Medan pada tahun 1968, pertemuan diadakan di Jl.Gandhi, di rumah Tuan Oji, kemudian pindah ke rumah Ibu Lisa di Jl.Asia, rumah Bapak Akui di Jl.Bangka, dan terakhir ke rumah Ibu Nurita di Jl.Madong Lubis No.127 (setelah dibeli oleh NSI dan dijadikan Vihara pada tahun 1983).

Perkembangan pesat terjadi sampai dengan tahun 1985, kemudian terjadi perpecahan organisasi dengan munculnya group 9 (Group ini berkembang menjadi dua kubu yang ke Taisekiji dan Sokka Gakkai). Sedangkan NSI sendiri tetap dipimpin oleh Almarhum Bapak Seno Sunoto sampai tahun 1993 dengan jumlah anggota mencapai 200,000 keluarga, memiliki puluhan vihara, dua pusat penataran (Megamendung dan Sibolangit), dan pusat pengembangan di Jl.Padang dan Jl.Minangkabau.

Kubu NSI berjalan mulus sebelum ditinggalkan Almarhum Bapak Seno Sunoto. Perselisihan paham mengenai sistim organisasi dan jabatan pimpinan menjadi sumber perpecahan organisasi pada tahun 1994.



myoho@rocketmail.com
Untuk pembetulan dan tambahan isi teks sejarah ini
hubungi kami pada Email di atas



Make your own free website on Tripod.com