Make your own free website on Tripod.com
 
Surat Perihal Itai Doshin (Gosho Zenshu halaman 1463)
 

Saat telah menerima pakaian berwarna putih dan yang tebal bersama satu renceng mata uang melalui bantuan Hoki-bo. Hoki-bo, Sado-bo dan lain lain, para penganut daerah Atsuhara yang bersungguh hati, jika mereka Itai Doshin, dapat mencapai segala sesuatu. Tetapi jika Dotai Ishin, tidak dapat mencapai segala sesuatu. Tetapi jika Daito Ishin,  tidak dapat mencapai segala sesuatu. Hal ini telah ditetapkan dalam 3000 jilid lebih kitab filsafat di luar jalan Buddha.

Raja Chou dari Dinasti Yin memimpin serdadu berkekuatan 700,000 kuda dan berperang melawan Raja Wu yang hanya memimpin 800 orang tentera. Tetapi Raja Chou dan serdadunya dapat dikalahkan karena kelompok mereka bersifat Daito Ishin, sedangkan Raja Wu dari Dinasti Chou yang hanya 800 orang menang karena Itai Doshin.

Dalam perasaan hati satu orang, jika terdapat dua perasaan hati yang bertentangan, pasti tidak dapat mencapai segala sesuatu. Sebaliknya, meskipun seratus dan seribu orang, jika mereka memiliki hati yang satu, pasti dapat mencapai segala sesuatu. Manusia di negeri Jepang berjumlah banyak, tetapi mereka semua bersifat TaidoIshin, sehingga sulit untuk mencapai apapun juga. Meskipun Nichiren dan murid murid Nya berjumlah sedikit, tapi karea Itai Doshin, maka dapat melakukan hal yang penting dan diperkirakan Saddharma-pundarika-sutra pasti dapat tersebar luas. Kejahatan yang banyak tidak pernah menang dari satu kebaikan, bagaikan kobaran api yang besar dapat dipadamkan oleh setetes air. Demikian pula dengan keluarga kita ini.

Apalagi Anda telah bersungguh hati untuk mengikuti Saddharmapundarika-sutra selama bertahun tahun dan saat ini orang orang mengatakan dapat melhat unggulnya kesungguhan hati anda. Mereka pun melaporkan demikian. Setelah mendengar satu persatu Saya melaporka pada Dewa Matahari dan Tensho Daijin.

Seharusnya Saya membalas surat Anda lebih dini. Akan tetapi tidak ada orang yang dapat membawa surat Saya kepada Anda, sedangkan Ben Ajari Nissho berkunjung, Saya tidak sempat menulis surat karena ia sangat tergesa-gesa.

Dalam beberapa tahun ini Anda sekalian telah memikirkan mengenai serangan dari Monggolia, tetapi sekarang serangan ini sudah amat dekat. Keruntuhan negeri kita, Jepang, sangat menyedihkan. Akan tetapi jika ini (ramalan dari Surat menenteramkan Negara dengan Menegakkan Filsafat yang Benar) menjadi bualan, maka setiap orang Jepang akan semakin memfitnah Saddharmapundarika-Sutra. Dengan demikian ribua orang akan jatuh ke dalam Neraka Avici. Jika serangan dari Monggolia sangat kuat, sekalipun negeri Jepang menjadi musnah, penfitnahan dharma akan menipis. Hal ini sama seperti pengobatan moksibasi maupun akupuntur. Ketika diobati memang sakit sehingga mengaduh, tetapi sesudahnya menjadi gembira. Saya, Nichiren, adalah utusan Saddharmapundarika-Sutra. Sedangkan orang orang negeri Jepang memusnahkan Hukum Buddha, bagaikan Raja Mihirakula di Negeri India dahulu memusnahkan Hukum Buddha. Negeri Mongolia adalah sama seperti Raja Himatala dari Gunung Himalaya, mungkin utusan dewa dewa pelindung Hukum Buddha untuk menghukum orang orang yang membenci pelaksana Saddharmapundarika-Sutra. Jika sekarang di dalam diri mereka sendiri timbul penyesalan hati untuk merombak, mereka seperti Raja Ajatasatru, yang karena mengikuti Sang Buddha dapat menyembuhkan penyakit kusta putihnya sehingga usianya diperpanjang selama 40 tahun. Ia meningkat sampai tingkat yang dikatakan Kepercayaan Tanpa Akar dan diri sendiri sekarang dapat diselamatkan bagaikan mendapat kesadaran Anutpattika-dharma-kshanti, Salam hangat.

Tanggal 6 bulan ke 8
Hormat saya
Tertanda
Nichiren